Pupuk Organik pada Budidaya Nanas

Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.), salah satu buah paling populer dan digemari, berasal dari daerah Amerika Selatan (Brasil, Bolivia, Paraguay) yang kemudian menyebar keAmerika Tengah dan sekitarnya karena dibawa orang-orang Indian.  Ketika Christopher Columbus tiba di Amerika pada abad ke 15, buah nanas dibawa ke Spanyol dan lantas menyebar ke seluruh dunia karena para pelaut Eropa membawa serta buah tersebut untuk mencegah defisiensi vitamin C.

Tumbuhan yang juga dikenal dengan nama ananas ini memiliki perawakan rendah dengan 30 atau lebih daun yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal. Buahnya merupakan buah majemuk, yaitu gabungan banyak buah sejati, berbentuk bulat panjang. 

Varietas kultivar nanas yang banyak ditanam di Indonesia adalah Cayenne dan Queen, dan sentra produksi nanas dalam negeri terdapat di Lampung, Jawa Barat, Sumater Utara, Riau dan Jawa Tengah. Pada tahun 2009 Indonesia termasuk penghasil nanas terbesar urutan kelima di dunia. Potensi produksi per hektar pada tanaman nanas yang dibudidayakan intensif dapat mencapai 38-75 ton/hektar.

 

 

Nanas kaya vitamin C, dan juga mengandung vitamin A, thiamin, riboflavin, vitamin B-6, folat, asam pantotenik, magnesium, mangaan, kalium dan beta karoten. Nanas segar juga diketahui sebagai sumber enzim Bromelain, yang yang telah digunakan dalam studi untuk menentukan itu efektivitas dalam mengurangi nyeri sendi, arthritis, mengurangi peradangan, menghambat pertumbuhan tumor dan mempersingkat waktu pemulihan setelah operasi plastik. Akan tetapi konsumsi bromelain ini perlu diperhatikan karena bisa menyebabkan gangguan gastrointestinal dan memicu reaksi alergi, dan karena sifatnya meningkatkan aliran darah maka bisa menyebabkan pendarahan untuk kondisi tertentu, dan bereaksi dengan obat antikoagulan. Selain dikonsumsi segar, nanas juga bisa dimasak dengan berbagai metode.

Nanas cocok tumbuh pada tanah dengan pH 4,5-6,5 dan perkembangannya optimum pada ketinggian 100-700 mdpl. Nanas dapat dikembangbiakan dengan cara vegetatif dan generatif. Cara vegetatif yang digunakan adalah tunas akar, tunas batang, tunas buah, mahkota buah dan stek batang. Cara generatif dengan biji yang ditumbuhkan dengan persemaian, (jarang digunakan). Kualitas bibit yang baik harus berasal dari tanaman yang pertumbuhannya normal, sehat serta bebas dari hama dan penyakit.

Reproduksi nanas yang lebih sering digunakan adalah cara vegetatif dengan tunas akar, tunas batang, tunas buah, mahkota buah dan stek batang. Nanas juga bisa dikembangbiakkan dengan cara generatif dengan biji, tetapi ini jarang dilakukan.

 

1. Persemaian

Tunas nanas disemai dengan sedalam 1,5-2,5 cm dari permukaan media dan jarak tanam 5-10 cm. Media persemaian disuburkan dengan pupuk kandang. Campuran media berupa tanah halus, pasir dan pupuk organik BOF dengan perbandingan 1:1:1.

 2. Pemeliharaan

Pemeliharaan di pembibitan biasanya berupa penyiraman secara berkala, penjarangan dan pemberian pestisida jika diperlukan. Setelah mencapai tinggi 25-30 cm atau 3-5 bulan bibit bisa dipindah ke lapangan.

3. Pengolahan Lahan

Dilakukan dua kali dengan cara mencangkul lahan hingga gembur, kemudian dibuat bedengan. Selain pupuk anorganik NPK dan urea, tambahkan pupuk organik BOF yang diaplikasikan merata di atas bedengan atau dimasukkan ke lubang tanam. Dosis pupuk organik BOF yang digunakan adalah 2000 kg/ hektar atau 45 gr/ lubang tanam untuk populasi 45.000 bibit.

 1. Penanaman

Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Tanam satu bibit nanas yang sehat per lubang dan tanah di sekitarnya dipadatkan agar tidak mudah roboh.

 2. Pemeliharaan Tanaman di Bedengan

Penjarangan nanas tidak dilakukan karena tanaman nanas spesifik dan tidak berbentuk pohon, tetapi penyulaman perlu dilakukan agar tanaman seragam dan serempak. Kegiatan pemeliharaan lain adalah penyiangan, pembubunan, penyiraman dan pemupukan ulang.

 3.Panen

Panen buah nanas dilakukan setelah nanas berumur 12-24 bulan, tergantung dari jenis bibit yang digunakan. Bibit yang berasal dari mahkota bunga panen buah setelah berumur 24 bulan, tanaman yang berasal dari tunas batang dipanen setelah umur 18 bulan, sedangkan tunas akar setelah berumur 12 bulan. Ciri-ciri buah nanas yang siap dipanen adalah mahkota buah terbuka, tangkai buah mengkerut, warna dasar buah kuning, mata buah lebih datar dan membulat, dan aroma nanas sudah tercium.

 

Kesimpulan:

Budidaya buah nanas memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan karena memiliki rasa yang enak dan manfaat yang banyak. Penambahan pupuk organik BOF bisa meningkatkan kualitas buah nanas. Dosis media tanam di persemaian berupa tanah halus, pasir dan pupuk organik BOF dengan perbandingan 1:1:1, sementara untuk tanaman nanas di lapangan sebanyak  2000 kg/ hektar atau 45 gr/ lubang tanam untuk populasi 45.000 bibit.

Staf Riset Bio Planmate Indonesia
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Sistem Pengolah Limbah Pabrik Kelapa Sawit Bioplanmate

BIOPLANMATE INDONESIA PT.
Talavera Office Park 28 Fl., Jl. T.B. Simatupang No. 22-26

1. Info / Pembelian Pupuk Call / WA 081219992860

2. Info / Pembelian Pupuk Call / WA 081932020368


Call / WA untuk Sistem Pengolah Limbah 081380640995
Klik disini :