Pupuk Organik pada Tanaman Singkong

Singkong (Manihot esculenta) dibudidayakan secara luas di Indonesia sejak lama sebagai tanaman kaya manfaat. Umbinya yang sarat karbohidrat diolah menjadi berbagai bahan makanan, sementara daunnya juga dimanfaatkan dalam berbagai resep masakan. Kulit singkong dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan tepungnya dapat digunakan sebagai pengganti tepung gandum karena tidak mengandung gluten.  

 

Selain untuk konsumsi, tepung singkong juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan industri kertas, garmen, farmasi dan sebagai bahan bakar bioetanol. Informasi yang dilansir Kemenperin menyatakan bahwa permintaan ekspor yang kian besar membuat produksi singkong Indonesia tahun 2013 diprediksi naik 10% sehinggga volume produksi singkong mencapai 22 juta ton sedangkan ekspor mencapai 600.000 ton. Singkong diekspor ke berbagai negara produsen bioetanol seperti di China, Jepang, dan Korea. Untuk pasar China, singkong harus diolah menjadi gaplek, sedangkan Jepang, singkong harus diolah menjadi pelet atau chip.

 

Perawatan tanaman singkong memang cukup mudah. Namun karena pada saat panen seluruh tanaman dicabut maka sumber hara untuk metabolismenya diperoleh dari pemupukan, dan jika aplikasi pupuk kimia dilakukan dalam jangka panjang maka sangat berpotensi menurunkan kualitas tanah. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga kesuburan tanah adalah dengan penggunaan pupuk kimia diimbangi dengan penggunaan pupuk organik.


Kami melakukan kerja sama dengan PT. Tedco Agri Makmur untuk melakukan aplikasi pupuk organik BOF terhadap tanaman singkong yang dilakukan di daerah Ogan Komering Ulu, Palembang. Pengamatan dilakukan selama sembilan bulan.

 

PUPUK ORGANIK PADA SINGKONG

Dari pengamatan diketahui komposisi pupuk yang menghasilkan panen terbaik adalah pupuk kimia 60% + pupuk organik BOF 100 gr/ tanaman.  Penggunaan pupuk organik BOF pada tanaman singkong terbukti memberikan pengaruh terhadap peningkatan kadar pati dan berat umbi 4,32 kg/tanaman sedangkan perlakuan dengan pupuk kimia 100% menghasilkan 2,31 kg atau meningkat 87,01% dari kontrol. Hasil petani yang umum 35.000 kg/ha sehingga peningkatan dari hasil panen petani sekitar 8.200 kg.


 

BIAYA PEMUPUKAN
(dosis pupuk dari PT. Tedco)

Biaya Penggunaan Pupuk Kimia pada Tanaman Singkong

 

 

 

 

PUPUK

KEBUTUHAN PUPUK

HARGA PUPUK

JUMLAH

(Kg/Ha)

(Rp/Kg)

(Rp/Ha)

Urea

900

1760

1.584.000

KCl

900

2400

2.160.000

TSP

350

2400

840.000

TOTAL

4.584.000

Biaya Penggunaan Pupuk BOF dikombinasikan dengan Kimia

 

 

 

 

PUPUK

KEBUTUHAN PUPUK

HARGA PUPUK

JUMLAH

(Kg/Ha)

(Rp/Kg)

(Rp/Ha)

BOF

1000

2175

2.175.000

Urea

540

1760

950.400

KCl

540

2400

1.296.000

TSP

210

2400

504.000

TOTAL

4.421.400

PERHITUNGAN KEUNTUNGAN


Pemupukan

Hasil Panen (kg)

Harga (Rp)

Nilai

Tanpa Pupuk Organik BOF

35.000

700

24.500.000

Dengan Pupuk Organik BOF

43.200

700

30.240.000

Selisih

5.740.000

Dengan pemakaian pupuk organik BOF, kita bisa menghemat biaya senilai Rp 163.000,-/ ha (3,5%) dengan peningkatan hasil senilai Rp 5.740.000,-/ ha (23%)  dan lahan tetap subur.


*Staf Riset PT. Bio Planmate Indonesia
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Sistem Pengolah Limbah Pabrik Kelapa Sawit Bioplanmate

BIOPLANMATE INDONESIA PT.
Talavera Office Park 28 Fl., Jl. T.B. Simatupang No. 22-26

1. Info / Pembelian Pupuk Call / WA 081219992860

2. Info / Pembelian Pupuk Call / WA 081932020368


Call / WA untuk Sistem Pengolah Limbah 081380640995
Klik disini :