Pupuk Organik pada tanaman Salak

Salak (Salacca zalacca) adalah salah satu buah asli Indonesia yang masih termasuk keluarga palma, sebarannya meliputi Kalimantan, Jawa, Maluku, Sulawesi dan Sumatera. Salak tumbuh subur dalam naungan dan kondisi dataran rendah tropis yang lembab. Karena sistem perakarannya dangkal, salak membutuhkan air yang cukup banyak baik dari hujan maupun irigasi.

 

Daerah-daerah di Indonesia yang tercatat sebagai sentra produksi salak diantaranya: Padangsidempuan (Sumatra Barat), Serang (Banten), Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Batujajar (Jawa Barat), Magelang, Ambarawa, Wonosobo, Banyumas, Purworejo, Purbalingga, Banjarnegara (Jawa Tengah), Sleman (Yogyakarta), Bangkalan, Pasuruan (Jawa Timur), Karang Asem (Bali), Enrekang (Sulawesi Selatan). Akan tetapi pada umumnya daerah-daerah sentra salak tersebut memproduksi buah salak yang khas.

 

Tanaman perdu ini memiliki daun majemuk menyirip, tangkai daun, pelepah dan anak daun berduri panjang, tipis dan banyak, warna duri kelabu sampai kehitaman. Anak daun berbentuk lanset dengan ujung meruncing.  

 

Bentuk buahnya seperti telur terbalik, runcing di ujung atas dan membulat di bagian bawah, dan memiliki kulit seperti sisik berwarna cokelat. Daging buahnya biasanya terbagi tiga, tebal, berwarna krem, dan rasanya bervariasi dari manis, masam, atau sepat. Biji salak berwarna coklat kehitaman, jumlahnya 1-3 per buah. Salak mengandung vitamin C, tannin dan serat. Salak juga bermanfaat juga untuk imunitas tubuh, sebagai asupan antioksidan, mengatasi diare dan berpotensi untuk membantu diet.

 

Buah salak yang biasanya banyak dicari orang adalah salak pondoh karena rasanya yang manis, tapi sebenarnya ada banyak sekali jenis salak dengan rasa yang bervariasi. Misalnya saja salak madu, salak manonjaya, salak gula pasir, salak gading, salak nanas, salak cengkeh, dan salak manggala yang berukuran besar. Daerah yang banyak menghasilkan salak misalnya Yogyakarta (salak pondoh), Tasikmalaya (salak manonjaya) dan Bali yang jumlahnya mencapai lima belas jenis.

 

Pembibitan salak umumnya secara generatif, yaitu menggunakan biji yang diperoleh dari pohon induk yg mempunyai sifat-sifat baik: cepat berbuah, berbuah sepanjang tahun, hasil buah banyak dan seragam, pertumbuhan tanaman baik, tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta pengaruh lingkungan yg kurang kondusif. Pembibitan secara vegetatif bisa dilakukan, tetapi kekurangannya sulit memperoleh benih yang berumur seragam dalam jumlah besar dan sistem perakarannya tidak sebaik perakaran benih dari semai.

 

Perawatan tanaman salak meliputi  pemeliharaan tanaman salak pondoh meliputi beberapa kegiatan antara lain: penyiangan, pembubunan, pemangkasan, penyerbukan, pengendalian hewan pengganggu, dan pemupukan. Untuk mengefisienkan penyerapan unsur hara dari pupuk kimia dan meningkatkan hasil produksi salak, sebaiknya ditambahkan pupuk organik BOF.

Dosis pupuk organik BOF untuk tanaman salak:

  • Sebanyak 250 gr di lubang tanam bersamaan dengan penanaman biji, kemudian diberikan 250 gr lagi tiga bulan setelah tanam.
  • Untuk tanaman menghasilkan dosisnya 5 kg/ rumpun/ tahun.




Pupuk organik BOF sudah diaplikasikan pada tanaman salak di daerah Wonosobo dan Banjarnegara.


 



*Staf Riset Bio Planmate Indonesia

Sistem Pengolah Limbah Pabrik Kelapa Sawit Bioplanmate

BIOPLANMATE INDONESIA PT.
Talavera Office Park 28 Fl., Jl. T.B. Simatupang No. 22-26

1. Info / Pembelian Pupuk Call / WA 081219992860

2. Info / Pembelian Pupuk Call / WA 081932020368


Call / WA untuk Sistem Pengolah Limbah 081380640995
Klik disini :