Pupuk Organik yang diterapkan pada Planting Sawit

 

Bibit kelapa sawit yang siap tanam di lapangan umumnya berumur 12 bulan. Mengacu kepada Ditjenbun Pertanian, standar bibit  sawit usia 12 bulan yang baik adalah yang memiliki tinggi 101,9 – 126 cm, jumlah daun 15,5 –18,5 pelepah, diameter batang 5,5 – 6,0 cm. Jika pupuk Planmate diberikan sejak di persemaian, pertumbuhannya lebih optimal sehingga diameter dan kondisi fisik lainnya sudah memenuhi syarat untuk bisa dipindahkan ke lapangan di usia 8 bulan.

 

Pupuk Organik Planmate telah diaplikasikan

 

Seleksi bibit harus dilakukan sebelum penanaman di lapangan. Bibit yang tidak layak ditanam adalah bibit yang:

  1. Pucuk bengkok atau daun berputar : akibat penanaman kecambah yang terbalik atau faktor genetik.
  2. Daun lalang atau daun sempit (narrow grass leaf) : akibat faktor genetik.
  3. Daun kerdil dan sempit (stump/little leaf).
  4. Daun menyempit dan tegak (acute/erect leaf).
  5. Daun yang menggulung (rolled leaf) : akibat faktor genetik.
  6. Daun berkerut/keriput (crinkle leaf) : akibat faktor genetik.
  7. Daun melipat sehingga ujung daunnya membulat seperti mangkok (collante) : akibat kekurangan air.
  8. Bibit kerdil atau Dwarfish: akibat faktor genetik
  9. Chimaera : sebagian atau seluruh daun secara seragam berubah pucat atau bergaris kuning terang yang sangat kontras dengan warna hijau gelap dan jaringan yang normal.
  10. Bibit dengan serangan penyakit berat.

(sumber: Ditjenbun Pertanian)

 

Sebelum penanaman di lapangan, ada baiknya sebagian pelepah dipotong terlebih dahulu kecuali di bagian pucuk untuk mencegah stress akibat penguapan air pohon yang berlebihan. Tanam bibit beserta tanah yang ada di dalam polybagnya, dan polybag haruslah dibuka sebelum bibit ditanam.

 

Pembuatan lubang tanam bisa dilakukan satu minggu sebelum penanaman. Pengajiran merupakan tahap yang sangat penting untuk menentukan jarak tanam antar pohon, karena akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan produksi buah kelapa sawit itu sendiri. Pengajiran dilakukan dengan sistem jarak tanam segitiga sama sisi berukuran 9 x 9 x 9 meter. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 40 x 40 x 60 cm (panjang, lebar dan dalam). Dalam area 1 hektar lazimnya ditanam 136 pokok sawit.

 

 

Lakukan penanaman di hari yang sama dengan pengangkutan bibit sawit dari Main Nursery ke lapangan. Pengangkutan bibit harus dapat menjamin bibit tidak rusak dan tidak layu karena terkena panas atau angin kencang. Tambahkan Rock Phosphat sebanyak 500 gr di lubang tanam jika diperlukan dan pupuk kimia sesuai ketentuan dari kebun.

 

Polybag harus dilepas saat penanaman ke lubang tanam. Miringkan bibit kemudian kelupas plastik polybagnya pelan-pelan dan keluarkan bibit beserta tanahnya seutuh mungkin. Masukkan tanah galian bagian atas beserta pupuk Planmate sebanyak 3 kg, lalu pokok sawit, dan terakhir timbun dengan tanah galian bagian bawah. Metode ini membantu memudahkan pertumbuhan akar baru. Permukaan timbunan dibuat menonjol sedikit dari permukaan tanah asal dan diratakan. Barisan tanaman harus lurus dan rapi. Implementasi Pupuk Organik planmate pada bibit kelapa sawit

Sehari setelah penanaman sebaiknya lahan dicek kembali untuk melihat kondisi tanaman. Pupuk organik planmate memberikan hasil yang sangat baik pada planting kelapa sawit ini

Sistem Pengolah Limbah Pabrik Kelapa Sawit Bioplanmate

BIOPLANMATE INDONESIA PT.
Talavera Office Park 28 Fl., Jl. T.B. Simatupang No. 22-26

1. Info / Pembelian Pupuk Call / WA 081219992860

2. Info / Pembelian Pupuk Call / WA 081932020368


Call / WA untuk Sistem Pengolah Limbah 081380640995
Klik disini :