Limbah Pabrik Kelapa Sawit

Indonesia dan Malaysia adalah penghasil minyak kelapa sawit (CPO) teratas di dunia. Dengan luas lahan jutaan ha dan berada di iklim tropis yang cocok sekali untuk pohon kelapa sawit menjadikan ke 2 negara ini mendominasi supply hasil-hasil kelapa sawit ke seluruh dunia. Minyak Kelapa Sawit (Crude Palm Oil - CPO) adalah sumber minyak nabati terutama di dunia. Di Indonesia ada 640 pabrik kelapa sawit  di Indonesia yang menghasilkan sekitar 23 juta ton CPO data dari Oil World 2011 

Proses produksi CPO memiliki beberapa tahap, proses dimulai dari tahap penerimaan tandan sawit segar (TBS) yang dilakukan di loading ramp. Tahap berikutnya adalah sterilisasi, yaitu perebusan buah dengan steam. Steam yang digunakan bertekanan 3 kg/cm2 dan suhu 140 C selama 75-90 menit. Setelah sterilisasi, buah dipisahkan dari tandan. Tahap ini dikenal sebagai pemipilan atau treshing. Buah yang telah dipisahkan dari tandan dilumatkan menggunakan steam pada suhu 90C dengan menggunakan di gester. Pada tahap berikutnya, minyak diekstrak dari serat. Proses terakhir adalah pemurnian. Selain menghasilkan CPO, PKS (Pabrik Kelapa Sawit)  juga menghasilkan minyak inti kelapa sawit (PKO). Untuk menghasilkan CPO, PKS juga menghasilkan limbah. Seperti yang dapat dilihat pada gambar - gambar. Limbah yang keluar dari PKS berbentuk padatan, gas, dan cair. Limbah yang keluar dari PKS sebenarnya belum bisa dikatakan 100% sebagai limbah, lebih tepat dikatakan produk samping atau side product.

Limbah Pabrik Kelapa Sawit 

Limbah Padat Kelapa Sawit dan Limbah Cair Kelapa Sawit 

 

Limbah padat yang keluar dari PKS meliputi tandan kosong (tankos) dengan persentase sekitar 23% terhadap TBS (Tandan Buah Segar) , abu boiler (sekitar 0.5% terhadap TBS), serat (sekitar 13.5% terhadap TBS) dan cangkang (sekitar 5.5% terhadap TBS). Limbah padat yang keluar dari PKS umumnya tidak memerlukan penanganan yang rumit. Limbah padat dapat digunakan lagi sebagai bahan bakar, pupuk, pakan ternak, dan juga bisa dijual untuk menghasilkan pendapatan tambahan.

Serat, cangkang dan tankos bisa digunakan sebagai bahan bakar. Abu boiler dapat diaplikasikan langsung sebagai sumber pupuk kalium, tankos sebagai pupuk dengan cara menjadikan mulsa dan pengomposan. Ampas inti digunakan sebagai pakan ternak. 

Terdapat dua sumber pencemaran gas yang keluar dari PKS yaitu boiler yang menggunakan serat dan cangkang sebagai bahan bakar dan juga incinerator yang membakar tandan kosong untuk mendapatkan abu kalium. Pada saat ini incinerator sudah mulai ditinggalkan.

Limbah yang menjadi perhatian di PKS adalah limbah cair atau yang lebih dikenal dengan POME (palm oil mill effluent). POME ialah air buangan yang dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit utamanya berasal kondensat rebusan, air hidrosiklon, dan sludge separator. Setiap ton TBS yang diolah akan terbentuk sekitar 0,6 hingga 1 m3 POME. POME kaya akan karbon organik dengan nilai COD lebih 40 g/L dan kandungan nitrogen sekitar 0,2 dan 0,5 g/L sebagai nitrogen ammonia dan total nitrogen. Karakteristik POME ditunjukan pada tabel 1. Sumber POME berasal dari unit pengolahan yang berbeda, terdiri dari:

  • 60% dari total POME berasal dari stasiun klarifikasi
  • 36% dari total POME berasal dari stasiun rebusan
  • 4 % dari total POME berasal stasiun inti.

Lalu selanjutnya bagaimana mengolah Limbah Pabik Kelapa Sawit ini secara efektif disinilah peran Bioplanmate akan memberikan solusi terbaik untuk Limbah Pabrik Kelapa Sawit anda. 

Sistem Pengolah Limbah Pabrik Kelapa Sawit Bioplanmate

BIOPLANMATE INDONESIA PT.
Talavera Office Park 28 Fl., Jl. T.B. Simatupang No. 22-26

1. Info / Pembelian Pupuk Call / WA 081219992860

2. Info / Pembelian Pupuk Call / WA 081932020368


Call / WA untuk Sistem Pengolah Limbah 081380640995
Klik disini :